Tips Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular
Resah juga ya mendengar berita ular merajalela masuk ke pemukiman
penduduk? Memang sih, konon di musim hujan ini adalah waktunya ular
bertelur. Nggak heran kalo banyak diberitakan banyak ditemukan anakan
ular di area pemukiman. Tapi, horror juga yaa kalo tiba-tiba ular muncul
di kloset toilet. Apalagi, kita seringkali terburu-buru tanpa
memperhatikan situasi dan kondisi toilet karena kebelet pipis.
Ilustrasi ular. Sumber: Pexels. |
Dan
ternyata kita ini sudah banyak salah berjamaah tentang info seputar
ular. Terlebih lagi, di film-film action pun seringkali ditunjukkan cara
penanganan luka saat digigit ular. Yaitu dengan diikat di bagian yang
digigit lalu dihisap pakai mulut agar bisanya keluar dari tubuh.
Faktanya itu salah besar! Ini dia beberapa hoax yang masif beredar
tentang ular dan penanganannya:
1. Bisa ular menyebar pembuluh
darah. Ini hoax ya, karena ternyata menurut Pakar Toksonologi dan
spesialis emergency medicine dr. Tri Maharani bisa ular itu menyebar
lewat kelenjar getah bening.
2. Jika digigit ular, kita harus ikat
di sekitar area yang digit agar tidak menyebar dan harus diisap/disedot
agar bisanya keluar. Ini juga hoax loh ternyata.
3. Bawang merah
bisa digunakan sebagai antivenom gigitan ular. Hal ini juga hoax karena
belum ada penelitian lebih lanjut yang bisa membuktikan.
4. Lempar
atau taburi garam agar ular tidak masuk rumah. Hal ini juga ternyata
hoax karena kulit ular itu bersisik dan kuat jadi melewati permukaan
tanah yang ditaburi garam ibarat mereka berjalan di pasir saja.
Tahu
nggak sih, ternyata pertolongan pertama yang tepat segera setelah
tergigit ular dapat menyelamatkan nyawa kita? Kasus kematian akibat
gigitan ular menurut dr. Tri karena teknik pertolongan pertama yang
tidak tepat. Hal ini tentu saja karena hoax yang sudah diwariskan turun
menurun dari mulut ke mulut.
Kunci utama untuk pertolongan
pertama saat digigit ular adalah imobilisasi. Yaitu membuat area/anggota
tubuh yang digigit ular tidak banyak mengalami pergerakan. Misal
tergigit di tangan, kita bisa pakai kayu penyangga seperti penanganan
patah tulang untuk mengurangi gerak area tersebut. Hal ini bertujuan
untuk menhambat penyebaran bisa ke area tubuh yang lain. Lepaskan
cincin, jam tangan dan longgarkan pakaian korban. Lalu, segera cari
bantuan tenaga medis di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan
antivenom.
Kebanyakan kasus gigitan ular di masyarakat, area
sekitar gigitan ular akan diikat erat agar racun tidak menyebar. Justru
hal ini hanya akan menyebabkan area tersebut membengkak, kekurangan
aliran darah dan matinya jaringan yang mengakibatkan perlunya tindakan
amputasi.
Pastikan juga untuk mencatat waktu terjadinya insiden
gigitan ular. Tujuannya agar dokter bisa menghitung berapa banyak waktu
yang sudah berlalu sejak gigitan terjadi. Karena, ada beberapa jenis
bisa ular yang menyebar dengan sangat cepat. Salah satunya bisa King
Cobra.
Fenomena ular masuk ke area pemukiman bisa terjadi salah
satunya karena tingkat kebersihan yang buruk dan adanya makanan alami
ular, salah satunya tikus. Penting untuk selalu menjaga kebersihan rumah
agar tidak ada tikus yang dapat memancing predator ini.
Berikut
beberapa tips penting saat berhadapan atau menemukan ular di area rumah:
1. Tetap tenang, karena beberapa jenis ular sangat responsif terhadap gerakan yang tiba-tiba.
2. Jika ular masuk ke dalam rumah, bukalah pintu dan ventilasi agar ular keluar dengan sendirinya.
3.
Semprotkan wewangian yang tidak disukai oleh ular. Menggunakan
pengharum ruangan dan rajin mengepel lantai dengan karbol bisa mencegah
ular masuk ke rumah.
4. Tutuplah saluran-saluran air dengan filter yang kecil sehingga tidak bisa dilewati oleh ular.
5. Hubungi pihak yang berwenang untuk membantu menangani ular. Seperti pemadam kebakaran di nomor 113.
Kehadiran
ular memang tidak bisa dielakkan, terlebih sekarang habitatnya banyak
tergusur oleh pemukiman. Jangan sekali-sekali mencoba menangani sendiri
tanpa pelatihan profesional untuk penanganan ular. Dan semoga tips
pertolongan pertama pada gigitan ular ini bisa menambah wawasan dan
lebih banyak menyelamatkan jiwa.
26 Comments
Terima kasih info dan tips nya mba. Memang kebanyakan kita salah kaprah terhadap penanganan gigitan ular ini karena berdasarkan tontonan yang salah dalam menangani gigitan ular, jadi dianggap kebenaran oleh masyarakat.
ReplyDeletesami-sami mba, iya banyak banget salah kaprah dan mitos tepatnya di tengah masyarakat dan masih dipercaya jadilah salah kaprah massal
DeleteBagian yang digigit ular, usahakan posisinya lebih rendah dari jantung. Ini juga efektif mencegah cepatnya penyebaran bisa. Yg terpenting benar itu tulisan Mba Shinta, calm down dulu, jangan banyak gerak. Kalo banyak gerak, jantung aktif memompa darah dan penyebaran bisa semakin cepat. Terima kasih tips topsnya mba, khususnya di cuaca yg selalu hujan dan ramai kasus penemuan ular dalam rumah di Bogor kemaren.
ReplyDeleteThanks sudah ditambahin tipsnya mba Muthe :) amit-amitlah jangan sampe masuk rumah kita yaa
Deletenauzhubillah tsumma nauzhubillah mba. aku paling anti sama yg namanya reptil mba. duh bikin dagdigdug ser klo keinget reptil. ok deh saran mba nya .tfs mba
ReplyDeleteHahha, tahu gak sih Mbak..aku baca ini sambil kaya shaking gitu...
ReplyDeleteAku itu paling ga bisa sama ular, lihat gambarnya saja bulu kuduk berdiri semua.
Mimpi ketemu ular saja udah bikin aku ga bisa nafas.
Beneran naudzubillahmindzalik....December lalu tetangga depan rumah persis rumahnya kemasukan ular, jejeritan ini si Ibu. Dan ternyata si ular ini masuk dari closet. Hal seperti ini di Bali banyak kasus.
Tips hindari ular masuk ini surely akan aku eksekusi, Mbak.
aduh aku lebih memilih digigit yang lain deh, amit-amit kalau digigit ular.
ReplyDeleteDigigit nyamuk contohnya, ya Mbak Gina? Hehehe
DeleteYa aku sih mending ga digigit apa-apa kalau boleh milih hahhaha
Pas banget nih, Depok baru baru ini juga banyak dikunjungi ular-ular yang baru lahir maupun induknya. Sampai kami-kami paranoid sendiri kalo di rumah. Mata pun jadi jelalatan lihat-lihat sudut rumah dll.
ReplyDeleteKemaren sudah beli ijuk untuk ditaruh di area yang bisa jadi jalur masuk ular.. Karena ijuk susah dilewati oleh ular.
Kebetulan rumahku itu konsepnya ada tamannya dan ada dinding yang trebuka. walaupun tetap ada pintu yang ke arah dalamnya, tapi ya serem juga kalo sampai dia tiba2 ada di taman :D
Haduh ini memang horor sekali kalau sudah masuk rumah. Aku juga pernah nih kejadian. Pertolongan pertama ya panggil satpam deh hahaha untgnya bisa segera teratasi.
ReplyDeleteOoh... jadi mengikat area pangkal gigitan itu justru menghambat aliran darah yang malah membahayakan ya. Memang selama ini penanganan gigitan ular kebanyakan diikat dulu, katanya biar racun ngga ngejar. Ternyata salah ya.
ReplyDeleteInfonya bermanfaat banget ini. Dan mencatat waktu gigitan dengan tepat ini jarang sekali orang tahu. Padahal dokter akan menanyakannya agar bisa memperkirakan penyebaran racun. Makasih mbak.
kalau sama cobra, ya langsung ke rmh sakit mba ya :D tips pertolongan nya mantap
ReplyDeleteYa ampun Mba, jujur saya benci baca ginian, soalnya lagi trauma-traumanya nih :D
ReplyDeleteAneh emang, orang lain malah memperkaya pengetahuan, saya malah menghindarinya.
Saya tinggal di lokasi Mewah aka mepet sawah Mba, berkali-kali ular cobra masuk rumah.
Sumpah saya trauma banget.
Baca ini aja seketika kaki saya angkat, terus sibuk keliling rumah periksa jangan-jangan ada ular lagi hiks.
Sebal dah, kenapa sekarang banyak banget ular Cobra.
Mana di rumah ada anak kecil juga huhuhu
Baru tau kalo mengikat area yang digigit ternyata malah membahayakan
ReplyDeletePengetahuan kuno emang sulit dihilangkan ya?
Yang sulit mengedukasi masyarakat dengan kebiasaan yang sudah turun-temurun. Saat diinformasikan malah balik marah dan menganggap kita sok tahu terhadap kebiasaan mereka itu...
ReplyDeleteNggak bisa tetap tenang kalau lihat ular akutu, Mbak. Bawaannya udah pengin lari duluan aja kalau lihat ular. Tapi makasih banget ya, Mbak. Informasinya benar-benar berguna. Harus banyak yg baca nih, biar paham kalau yg diyakini selama ini sekadar hoax.
ReplyDeleteWaktu berita tentang ular masuk rumah banyak diberitakan, duh saya jadi ikutan deg-degan. Soalnya halaman rumah tuh lagi banyak banget rumputnya. Dan saat itu lagi sering hujan deras, gak ada papanya anak-anak pula. Untung ada tukang yang bisa dipanggil buat beberes halaman rumah.
ReplyDeleteTernyata yg aku yakini semua hoax ya hehe
ReplyDeleteMakasih tipsnya
Moga kita selamat dari marabahayaa
memang menakutkan juga kalau ular masuk rumah...
ReplyDeleteminta dijauhkan dari perkara sebegini
Naah tipsnya bermanfaat nih. Untuk pencegahan bila ada yang digigit ular.😄😄
ReplyDeleteKebetulan saat ini sedang marak diberitakan banyak ular masuk kampung dan rumah warga ya. Ini tipsnya bisa diterapkan
ReplyDeleteTernyata banyak cara-cara yang hoax yang menyebar di masyarakat dan hingga kini pun masih banyak yang percaya dengan cara-cara tersebut misalnya aja ketika digigit ular yaitu mengikat daerah sekitar yang digigit sehingga bisa ular tidak menyebar padahal jika kita tahu Penanganannya maka Resiko yang dihadapi setelahnya bisa diminimalisir
ReplyDeleteWuah keinget zaman rumah di Depok tu pernah sampai diteror kobra tiap hari krn rumah kanan kiri kebon. Saking terbiasanya pas pindah rumah kalau ada isu ular lg cuma menggumam: oh ular haha
ReplyDeleteWah ternyata banyak hoax ttg ular ya...
Saya sih ngarepnya ada edukasi misal dr RW gtu soal ular dan pemerintah supply obatnya di faskes terdekat ma masyarakat.
Rumahku mewah-mepet sawah-, jadi dulu kadang ada ular datang. Enggak tahu jenisnya tapi keder juga jadinya kuatir berbahaya. Terima kasih tipsnya, karena biasa kupakai garam saja uat mengusir ular ini. Pertolongan pertama penting banget ya dipahami.
ReplyDeleteWow mbak aku phobia dengan ular kalau dulu Lihat fotonya aja aku gemeteran tapi butuh juga ini informasinya agar tidak terjadi di kemudian hari
ReplyDeleteWaaah, ternyata kita sudah salah kaprah selama ini, ya, Mba? Sudah termakan berita turun temurun tentang cara menangani gigitan ular berbisa, juga tentang cara-cara menjauhkan ular dari permukiman kita. Hayyah.
ReplyDeleteThanks untuk infonya, Mba, tercerahkan banget, nih. Luar biasa, kusalah menyimpan knowledge ttg si badan panjang tapi tak berkaki ini. Tulisan ini jadi pengetahuan baru bagiku. Mau infoin orang-orang rumah juga, ah, terutama tentang tabur garam, yang ternyata ga ada artinya bagi si U itu, ya, Mba? Hihi. Thanks again, Mba!